Magelang (07/10)- Pemerintah Kabupaten Magelang terus mendorong penguatan ekosistem kendaraan listrik melalui pengembangan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL) di sejumlah wilayah strategis, khususnya kawasan pariwisata.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengatakan, keberadaan infrastruktur kendaraan listrik tidak hanya menjadi bagian dari upaya mendukung agenda transisi energi, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap perkembangan pariwisata dan perekonomian daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat meresmikan SPKL VGreen–VinFast yang merupakan hasil kerja sama antara VGreen Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Magelang di Tourist Information Center (TIC), Magelang, Selasa.
Menurut Grengseng, pembangunan fasilitas tersebut menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam mendukung kebijakan nasional terkait percepatan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.Ia menyampaikan apresiasi kepada VGreen Indonesia serta seluruh pihak yang terlibat dalam menghadirkan fasilitas pengisian kendaraan listrik tersebut.
“Pemerintah Kabupaten Magelang menyambut baik dan mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang telah mendukung hadirnya fasilitas ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai pembangunan jaringan SPKL memiliki manfaat yang luas. Selain membantu menekan emisi kendaraan dan mendukung kelestarian lingkungan, keberadaan fasilitas tersebut juga dapat menciptakan manfaat ekonomi melalui pemanfaatan aset milik pemerintah daerah secara produktif.
Saat ini, enam lokasi SPKL telah tersedia di wilayah Kabupaten Magelang. Fasilitas tersebut berada di kompleks Kantor Pemkab Magelang, Kolam Renang Mendut, DPMPTSP, Stadion Amarta, serta dua lokasi di kawasan depan TIC.
Menurutnya, pemanfaatan aset pemerintah untuk mendukung infrastruktur kendaraan listrik menunjukkan bahwa aset daerah dapat dikembangkan menjadi sumber nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Grengseng juga menyebut posisi geografis Kabupaten Magelang menjadi salah satu keunggulan dalam pengembangan jaringan SPKL. Wilayah tersebut berada di jalur antara Yogyakarta dan Semarang serta memiliki beragam destinasi wisata yang menjadi tujuan masyarakat maupun wisatawan.
Karena itu, pembangunan SPKL dinilai perlu diperluas dan tidak hanya terkonsentrasi di sekitar kawasan Borobudur. Sejumlah destinasi potensial seperti Ketep Pass, Sawangan, Telomoyo, Merbabu dan kawasan wisata lainnya juga diharapkan dapat memperoleh dukungan infrastruktur kendaraan listrik.“Potensi wisata Magelang tidak hanya berada di Borobudur. Masih banyak destinasi lainnya yang perlu ditunjang dengan sarana transportasi yang memadai, termasuk infrastruktur untuk pengguna kendaraan listrik,” katanya.
Pemkab Magelang mencatat rencana pengembangan infrastruktur kendaraan listrik ke depan cukup besar. Berdasarkan data yang diterima pemerintah daerah, sekitar 70 titik SPKL untuk kendaraan roda empat dan 74 titik battery swap station untuk sepeda motor saat ini tengah dalam proses pengembangan.
Penambahan jaringan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemudahan dan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan yang menggunakan kendaraan listrik. Di sisi lain, keberadaan infrastruktur tersebut juga diharapkan menjadi katalis bagi pertumbuhan sektor transportasi, pariwisata, serta perekonomian daerah.Pemerintah Kabupaten Magelang pun menyatakan komitmennya untuk terus membuka ruang investasi dan inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
“Kami terbuka terhadap investasi dan berbagai inovasi yang mendukung lingkungan. Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada peresmian, tetapi terus diperluas ke berbagai lokasi strategis di Kabupaten Magelang,” ujarnya.




